Breaking News
Home / Sejarah

Sejarah

Berawal dimerger/digabungkannya 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri Sukapura menjadi 2 SD Negeri yaitu SDN Sukapura 1 dan SDN Sukapura 2 tahun 2002, maka banyak lahn dan bangunan yang tidak terurus bekas 4 SD Negeri tersebut.

Adanya bangunan dan lahan yang terbengkalai, banyak orang memanfaatkannya tapi bukan untuk kepentingan masing-masing yang tidak ada hubungannya dengan masalah pendidikan. Untuk itu berbagai pihak mengusulkan agar lahan dan bangunan tersebut difungsikan kembali sebagai sarana pendidikan, baik mengusulkan menjadi SMP Negeri maupun SMK Negeri.

Namun hal tersebut belum dapat direalisasikan dan belum ada tanggapan yang pasti. Pada tahun 2003, ada usulan dari Ibu Obar Sobarna ketika temu muka dibalai musyawarah Desa Sukapura yang dihadiri oleh Muspika Kecamatan Dayeuhkolot, aparat pemerintahan desa Sukapura dan sejumlah warga masyarakat agar lahan dan bangunan tersebut dimanfaatkan Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB) di bawah naungan Yayasan. Namun salah seorang warga bernama Deddi Juanda Asyikin merasa keberatan.

Hal ini alasannya, karena lahan yang ada merupakan asset desa dan bangunan kepunyaan pemerintah serta melihat prospek ke depan dan lingkungan Desa Sukapura yang tidak memungkinkan untuk berdirinya SLB. Yang bersangkutan secara spontan dan sambil berkelakar kalau didirikan SMA Negeri sangat setuju, alasannya sesuai dengan anjuran pemerintah agar tiapkecamatan mempunyai SMA Negeri dan Dayeuhkolot sebagai Kota tertua di Bandung tidak mempunyai SMA Negeri.

Ternyata pernyataan tersebut ditanggapi positif oleh Camat Dayeuhkolot saat itu yaitu Drs. H.Agus Zakia MM, beliau langsung memprakarsai untuk mendirikan SMA Negeri Dayeuhkolot. Beliau mengadakan pembiaraan terlebih dahulu dengan salah seorang Pengurus PGRI Kecamatan Dayeuhkolot Bapak Dandi, setelah matang maka berkumpulah Muspika Kecamatan Dayeuhkolot (Camat, Dan Ramil serta Kapolsek yang saat itu dijabat oleh AKP Edet Hermana) bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Dayeuhkolot Hj. St. Kokom Komariah SH. MM.Pd, Ketua PGRI Dayeuhkolot A. Kurnia Budimansyah, Kepala SMP Negeri 1 Dayeuhkolot Drs. Hasanudin, Kepala SMP Negeri 2 Dayeuhkolot Dra Hj. Ida, Kepala Desa Sukapura Asep Dedi Wedhiyana dan Ketua BPD Desa Sukapura H. U. Sutisna.

Sembilan orang pejabat tersebut atas nama masing-masing lembaga ditetapkan sebagai pendiri dan pemrakarsa berdirinya SMA Negeri 1 Dayeuhkolot dan kesembilan orang itu pula membentuk Panitia Pendiri SMA Negeri Dayeuhkolot yang berjumlah 19 orang, dari 19 orang panitia tersebut tiga orang diantaranya : Ketua Forum Komunikasi Komite Sekolah Tingkat Kecamatan Dayeuhkolot yaitu Sutisna SH, 2 orang anggota BPD Desa Sukapura yaitu Drs. Ateng Ruhendi M.Pd, dan Darwinto Duna SH.

Bulan Januari 2004 Panitia Pendiri SMA Negeri Dayeuhkolot dengan berbagi permasalahan yang dihadapi dan liku-liku perjalanan yang merupakan kerikil yang harus dilalui baru dapat menyelesaikan proposal pendirian SMA Negeri Dayeuhkolot, selanjutnya proposal tersebut dikirim ke instansi terkait pada bulan Pebruari 2004. Dengan relitif singkat pada bulan Maret 2004 sudah ada Informasi/pemberitahuan tentang ijin Operasional SMA Negeri 1 Dayeuhkolot.

Atas dasar ijin operasional dimaksud, maka pada bulan Juni – Juli 2004 SMA Negeri Dayeuhkolot menyelenggarakan penerimaan siswa baru bertempat di SMA Negeri 1 Baleendah dan mendapatkan siswa sebanyak 3 rombongan belajar tahun ajaran 2004 – 2005. Setelah dua tahun proses belajar mengajar berjalan dan diselenggarakan di SMA Negeri 1 Baleendah pada siang hari, maka pada tanggal 14 Juli 2006 pindah ke tempat sendiri di Jl. Sukapura Desa Sukapura Kecamatan Dayeuhkolot dan tanggal kepindahan tersebut dijadikan sebagai tanggal berdirinya SMA Negeri 1 Dayeuhkolot dan atau hari Jadi/ Ulang Tahun SMA Negeri 1 Dayeuhkolot.